Senin, 14 April 2014

Wanita yang Menikahi Menara Eiffel




Menikah adalah suatu hal impian bagi setiap pasangan. Menggelar suatu pesta yang luar biasa adalah impian bagi semua wanita. Memiliki calon suami yang direstui oleh kedua orang tua, mencintai kita, baik, dan mampan merupakan suami idaman bagi setiap wanita. Namun berbeda dengan Erika La Tour Eiffel, dia bukan sekedar mencintai, bahkan dia juga menggelar acara pernikahan yang dihadiri oleh beberapa temannya. 

Erika La Tour Eiffel, 37, seorang mantan tentara yang tinggal di San Francisco secara resmi menikah dengan menara Eiffel pada tanggal 4 Juni 2007.
                                                                                                   
Ternyata cinta pertamanya bukanlah terhadap menara Eiffel, melainkan dengan si Lance yang tidak lain adalah sebuah busur panah yang telah mengantarkannya menjadi atlit panahan kelas dunia, setelah itu di menyukai tembok Berlin, namun cintanya runtuh seiring dengan runtuhnya tembok Berlin.

Tapi setelah jatuh cinta terhadap menara Eiffel, Erika bertekad dan berikar untuk mencintai, menghormati dan mematuhi “ sang suami “ yang disahkan dengan sebuah resepsi pernikahan didepan menara Eiffel yang disaksikan beberapa temannya.

Dan dia juga telah merubah nama aslinya Erika LaBrie secara resmi menjadi Erika La Tour Eiffel yang merupakan pencerminan dari tanda ikatan suci antara dia dengan menara Eiffel.

Erika La Tour Eiffel mengalami kelainan seksual yang disebut dengan Objectum-Sexual ( OS ) yang merupakan suatu gangguan kelainan seksual terhadap suatu objek yang merupakan benda mati. Seperti menyukai patung, jembatan, menara dan beberapa benda mati lainnya secara berlebihan.

Biasanya orang-orang yang mengalami Objectum-Sexual, memiliki suatu masalah atau trauma ( phobia ) di masa lalunya. Seperti yang dialami oleh Erika La Tour Eiffel, dimana dia menyalahkan apa yang dialaminya karena dia sering mengalami kekerasan oleh saudara laki-lakinya dan diterlantarakan oleh orang tuanya.

Jika keadaanku sekarang ini dikernakan apa yang telah ku alami dan aku baik-baik saja  dengan apa yang yang sedang kujalani ini, maka aku takkan bisa beruubah “ Erika La Tour Eiffel

Orang-orang yang mengalami suatu kelainan biasanya mereka di masa lalunya mengalami suatu trauma yang sangat parah, sehingga mereka membutuhkan seseorang yang dapat melindungi diri mereka. Salah satunya hubungan sesama jenis ( Lesbi atau Homo ). Seseorang bisa menyukai sesama jenis, karena dulunya dia melihat suatu kekerasan dilingkungannya seperti pertengakarang orang tua atau bisa juga karena kecewa terhadap lawan jenisnya .

Begitu juga orang-orang yang mengalami kelainan Objectum-Sexual. Jerry Brooker, seorang psychotherapy asal New York, menjelaskan bahwa orang yang mengalami kelainan Objectum-Sexual mereka membutuhkan akan perhatian dan perlindungan, dan dia merasa nyaman dengan mencintai sebuah obyek walaupun itu benda mati, dan penderita ini bisa disebabkan oleh kesepian yang amat sangat dan juga keputus-asaan.

Erika mengalami gangguan kesehatan mental yang dimana dia mencintai dan menikahi menara Eiffel atau kelainan Objectum-Sexual karena di masa lalunya dia mendapatkan suatu perlakukan yang tidak menyenangkan dari saudara laki-lakinya dan orang tuanya. Dan ini termasuk dalam kesehatan mental menurut teori psikoanalisis. Dimana kesehatan mental seseorang orang dilihat dari masa lalunya. Jika seseorang dimasa lalunya memiliki suatu trauma, maka kemungkinan dia akan mengalami suatu gangguan kesehatan mentalnya.

Erika La Tour Eiffel menjadikan menara Eiffel sebagai pasangan hidupnya, sampai dia mensahkan hubungannya dengan ikatan suatu pernikahan pada 4 Juni 2007 adalah suatu pilihannya. Walaupun hal ini bagi manusia pada umumnya adalah suatu pernikahan aneh atau tidak lajim, namun inilah hak yang dia untuk memilih pasangan hidupnya. Kesehatan mental menurut teori Humanistik menjelaskan bahwa setiap orang berhak untuk merencanakan hidupnya masing-masing berdasarkan pilihan seseorang dan mengarah pada tujuan yang diperjuangkan seseorang untuk dicapai. Itupun telah dilakukan oleh Erika, dimana dia memilih menara Eiffel sebagai pasangan hidupnya dan memperjuangakan cintanya terhadap menara Eiffel, diapun memutuskan untuk mensahkan hubungannya dalam ikatan suatu pernikahan. Setelah itu dia merubah namanya menjadi Erika La Tour Eiffel sebagai pencerminan dari tanda ikatan suci antara dia dengan menara Eiffel.


Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar